PT PAL Indonesia mencatat sejarah baru dalam industri pertahanan nasional dengan resmi memulai tahap pembangunan fisik dua unit kapal selam kelas Scorpène di galangan kapal Surabaya. Momen bersejarah ini ditandai dengan upacara first steel cutting yang disaksikan oleh jajaran pimpinan perusahaan dan pemangku kepentingan dari Kementerian Pertahanan.
Proyek strategis ini dilaksanakan melalui skema transfer teknologi bersama Naval Group, perusahaan industri pertahanan maritim terkemuka asal Prancis. Melalui kerja sama ini, para insinyur dan teknisi PT PAL mendapat pembekalan pengetahuan mendalam mulai dari fabrikasi lambung, sistem propulsi, hingga teknologi sensor kapal selam mutakhir.
Whole Local Production: Target Jangka Panjang
Seluruh proses pembangunan—mulai dari pemotongan material baja, perakitan modul, pemasangan sistem, hingga uji coba di laut—akan dilaksanakan sepenuhnya di fasilitas galangan PT PAL Surabaya. Ini merupakan langkah konkret menuju kemampuan whole local production alutsista modern di Indonesia.
"Ini bukan sekadar membangun kapal. Ini tentang membangun kompetensi bangsa untuk mandiri dalam teknologi pertahanan yang paling kompleks," ujar Direktur Utama PT PAL Indonesia.
Dampak Ekonomi dan Tenaga Kerja
Proyek ini juga membuka peluang kerja bagi ratusan tenaga ahli lokal serta melibatkan lebih dari 200 mitra industri dalam negeri sebagai pemasok komponen. PT PAL berkomitmen untuk terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di setiap proyek yang dikerjakan.
Dengan dimulainya pembangunan fisik kapal selam Scorpène, PT PAL Indonesia semakin memantapkan posisinya sebagai garda terdepan industri maritim dan pertahanan nasional, siap bersaing di kancah internasional.